Kamis, 30 April 2015

Hobi membaca


Hobi membaca tidak hanya bermanfaat dalam memberikan wawasan baru. Kegemaran membaca dan menulis yang dimulai sejak kecil ternyata dapat memberikan manfaat yang baik bagi otak hingga usia tua. Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa orang yang aktif menggunakan otaknya untuk berpikir, menulis, dan membaca, cenderung mempunyai otak yang tetap tajam dan cemerlang saat mereka memasuki usia lanjut.

Membaca dan Menulis Perlambat Penurunan Fungsi Otak

Penelitian ini menemukan bahwa aktivitas yang bisa merangsang otak seperti menulis dan membaca diketahui dapat mencegah seseorang dari kepikunan dan masalah ingatan lainnya saat mereka berusia tua.
Robert S.Wilson, penulis penelitian mengatakan bahwa penelitian ini menunjukkan jika otak terus dilatih dengan melakukan beberapa aktivitas seperti menulis, membaca, dan lain sebagainya, maka kesehatan dan ketajaman otak di usia tua akan tetap terjaga.
Peneliti menemukan hasil ini setelah mengamati sekitar 294 manula yang mengikuti tes memori/ingatan selama kurang lebih enam tahun. Para peserta juga diberikan pertanyaan tentang kebiasaan menulis, membaca, ataupun kegiatan lain yang berhubungan dengan aktivitas otak dari mulai ketika mereka masih anak-anak hingga dewasa.
Setelah peserta meninggal, para peneliti lalu meneliti otak mereka dengan tujuan untuk menemukan plak. Plak tersebut merupakan tanda demensia atau masalah-masalah otak lainnya yang berkaitan dengan menurunnya daya ingat dan kemampuan berpikir seseorang.
Peneliti mendapatkan temuan jika orang yang mempunyai kebiasaan untuk mendorong otaknya tetap aktif diketahui mengalami perlambatan penurunan daya ingat sebesar 32 persen. Nilai tersebut jauh lebih lambat dibandingkan dengan mereka yang tidak mempunyai kebiasaan untuk mendorong otak mereka tetap aktif. Di sisi lain, orang yang jarang atau bahkan tidak pernah membuat otak mereka tetap aktif diketahui mengalami penurunan kemampuan otak dan ingatan lebih cepat sebesar 48 persen.
Maka dari itu, mari kita galakkan kegiatan membaca dan menulis, karena selain menambah wawasan, kegiatan-kegiatan ini dapat bermanfaat bagi fungsi otak dan dapat mencegah terjadinya kepikunan.
“So, don’t be afraid to be a nerd joy...”
-megadiana-

Kamis, 02 April 2015

Sejoli

 
 
Judul Buku : Sejoli
Penulis : Wangi Mutiara Susilo
Editor : Patresia Kirnandita
Proofreader : Ari Funatik
Penerbit : Sekata Media
Cetakan pertama : 2014
Tebal : 188 halaman, paperback
 
 “At least, he doesn’t make me cry.”
 
 
Buku yang baru selesai saya baca ini mengisahkan tentang dua orang, Rayya dan Kenya. Best friend, Good friend, soul mate, sejoli, what ever you say. Sejatinya mereka saling suka, tapi Kenya, si cowok tidak pernah memberi ketegasan dalam hubungan mereka. Rayya pada awalnya bersikap cuek saja, tapi lama kelamaan Rayya bersikap tegas dan meminta kejelasan akan hubungan mereka. Sayangnya Kenya ini tipe cowok yang tidak berani sama komitmen dan takut untuk berkomitmen. Setelah itu mereka jadi jauh, karena Rayya menjaga jarak.. dan akhirnyaaaaaaaaaa. baca saja bukunya. hehe
 Saya punya cerita yang sedikit mirip dengan Rayya.. karena itulah saya suku buku ini.
 "Everything seems right between me and him. We're good friends. What worse can happen if we're dating each other?" 

-megadiana-